Kamis, 11 Februari 2016

My Diary 2 (Masa Kecilku)



Assalamualaikum kawan..

Sebelumnya terima kasih ya sudah mau mengikuti dan membaca tulisanku ini.. yah, meskipun tulisannya jelek dan kata-kata nya juga gak bagus tapi semoga aja bermanfaat.
Ini adalah postingan ke-2 ku, disini aku akan cerita sedikit tentang kehidupan ku waktu kecil dan sedikit cita-citaku waktu itu. baca aja ya.. moga kalian suka.

Waktu kecil mungkin hidupku terasa bahagia, berlari bermain bercanda bersama teman-teman tanpa memikirkan kesedihan. Aku ingat waktu kecil berjalan hamper 4 Kilometer hanya untuk mencari bungkus rokok, mungkin ada yang bertanya untuk apa bungkus rokok? Apa dari kecil kamu sudah merokok? Hehe.. bukan. Bungkus itu hanya untuk sekedar mainan. Meskipun sederhana tapi itu sangatlah menyenangkan, itung-itung juga olahraga sekalian memanfaatkan sampah disekitar.. hehe
Pernah juga kita mencari mainan hanya dari batu.. haha. Memang sih kelihatannya lucu, tapi semua itu terasa menyenangkan kok kalau kita bisa menggunakannya. Mungkin beda ya ama anak-anak jaman sekarang dari kecil sudah dipegangi smartphone, laptop, playstation, apa mereka bahagia?? Gak tau ya.. coba aja Tanya mereka sendiri.. hehe.

Terus tentang cita-citaku waktu kecil. Dulu.. aku ingin sekali menjadi pemain sepakbola profesional, malah pernah aku bermimipi bisa menjadi seperti Messi,Ronaldo,Neymar yang banyak dikenal orang di seluruh dunia, dan bayaran mereka juga besar lho.. mereka juga punya kekasih yang cantik.. hehee
Aku pernah mengikuti latihan di SSB(Sekolah Sepak Bola) Tuang, ya.. itu salah satu nama desa yang ada disebelah desaku. Terus kenapa gak latihan didesaku? Hehe.. latihan dimana? Boro-boro tim sepak bola.. lapangan aja gak punya kok.. haha

Aku gak tau ya, entah apa yang ada dalam pikiran kepala desa waktu itu.. Lapangan sepakbola malah dijadikan sawah miliknya, padahal itukan milik warganya. Anak-anak yang punya bakat sepak bola terlantarkan, padahal mereka jago-jago lho.. kasihan ya anak-anak didesaku, gak punya sarana tempat bermain sekaligus menyalurkan bakat.. sedih rasanya mengingat masa itu.
Sebenarnya aku sempat serius berlatih sepak bola didesa tetanga, dengan harapan bisa menjadi pemain sepakbola yang professional dan terkenal seperti bintang sepakbola dunia. Tapi ditengah-tengah jalan menemui kendala. Setiap minggu teman-temanku mengajak pergi, mungkin karena pemikiran mereka yang tidak sejalan dengan pemikiranku. Disitulah aku menjadi kebingungan, tetap latihan dan mengejar cita-cita, atau memilih ajakan teman dan melupakan latihan. Akhirnya aku memilih untuk mengikuti ajakan teman untuk sekali aja. Tapi alih-alih cuman sekali, aku malah ketagihan dan pengen ikut lagi.. Karena disitu kita bertemu dengan seorang wanita. Dan setiap minggu pun aku tidak pernah mengikuti latihan itu, dan akhirnya ketika ada turnamen se-kabupaten namaku tidak diikut sertakan pelatih dalam turnamun waktu itu.. dan sejak saat itulah aku mulai melupakan cita-citaku… hufft. Mungkin ini semua karena salah teman-teman ku yang mengajak aku.. atau mungkin salah wanita itu.. atau mungkin memang karena salahku sendiri… hmm. Ya sudahlah.

Disqus Shortname

Comments system