Assalamualaikum kawan..
Sebelumnya terima kasih ya sudah
mau mengikuti dan membaca tulisanku ini.. yah, meskipun tulisannya jelek dan
kata-kata nya juga gak bagus tapi semoga aja bermanfaat.
Ini adalah postingan ke-2 ku,
disini aku akan cerita sedikit tentang kehidupan ku waktu kecil dan sedikit
cita-citaku waktu itu. baca aja ya.. moga kalian suka.
Waktu kecil mungkin hidupku
terasa bahagia, berlari bermain bercanda bersama teman-teman tanpa memikirkan
kesedihan. Aku ingat waktu kecil berjalan hamper 4 Kilometer hanya untuk
mencari bungkus rokok, mungkin ada yang bertanya untuk apa bungkus rokok? Apa
dari kecil kamu sudah merokok? Hehe.. bukan. Bungkus itu hanya untuk sekedar
mainan. Meskipun sederhana tapi itu sangatlah menyenangkan, itung-itung juga olahraga
sekalian memanfaatkan sampah disekitar.. hehe
Pernah juga kita mencari mainan hanya
dari batu.. haha. Memang sih kelihatannya lucu, tapi semua itu terasa
menyenangkan kok kalau kita bisa menggunakannya. Mungkin beda ya ama anak-anak
jaman sekarang dari kecil sudah dipegangi smartphone, laptop, playstation, apa
mereka bahagia?? Gak tau ya.. coba aja Tanya mereka sendiri.. hehe.
Terus tentang cita-citaku waktu
kecil. Dulu.. aku ingin sekali menjadi pemain sepakbola profesional, malah
pernah aku bermimipi bisa menjadi seperti Messi,Ronaldo,Neymar yang banyak
dikenal orang di seluruh dunia, dan bayaran mereka juga besar lho.. mereka juga
punya kekasih yang cantik.. hehee
Aku pernah mengikuti latihan di
SSB(Sekolah Sepak Bola) Tuang, ya.. itu salah satu nama desa yang ada disebelah
desaku. Terus kenapa gak latihan didesaku? Hehe.. latihan dimana? Boro-boro tim
sepak bola.. lapangan aja gak punya kok.. haha
Aku gak tau ya, entah apa yang
ada dalam pikiran kepala desa waktu itu.. Lapangan sepakbola malah dijadikan
sawah miliknya, padahal itukan milik warganya. Anak-anak yang punya bakat sepak
bola terlantarkan, padahal mereka jago-jago lho.. kasihan ya anak-anak
didesaku, gak punya sarana tempat bermain sekaligus menyalurkan bakat.. sedih
rasanya mengingat masa itu.
Sebenarnya aku sempat serius
berlatih sepak bola didesa tetanga, dengan harapan bisa menjadi pemain
sepakbola yang professional dan terkenal seperti bintang sepakbola dunia. Tapi
ditengah-tengah jalan menemui kendala. Setiap minggu teman-temanku mengajak
pergi, mungkin karena pemikiran mereka yang tidak sejalan dengan pemikiranku.
Disitulah aku menjadi kebingungan, tetap latihan dan mengejar cita-cita, atau
memilih ajakan teman dan melupakan latihan. Akhirnya aku memilih untuk
mengikuti ajakan teman untuk sekali aja. Tapi alih-alih cuman sekali, aku malah
ketagihan dan pengen ikut lagi.. Karena disitu kita bertemu dengan seorang
wanita. Dan setiap minggu pun aku tidak pernah mengikuti latihan itu, dan
akhirnya ketika ada turnamen se-kabupaten namaku tidak diikut sertakan pelatih
dalam turnamun waktu itu.. dan sejak saat itulah aku mulai melupakan
cita-citaku… hufft. Mungkin ini semua karena salah teman-teman ku yang mengajak
aku.. atau mungkin salah wanita itu.. atau mungkin memang karena salahku sendiri…
hmm. Ya sudahlah.