Jumat, 12 Februari 2016

Diary 3 ( Masa" SMA ketika aku jatuh cinta)



Assalamualaikum kawan,

Berlanjut ke masa putih abu-abu..
Awal  ula masuk kelas 1 MA saya tuh gak ada teman, memang sih banyak teman di MTs, tapi mereka semua dikelas lain.. hanya teman-teman baru yang aku jumpai disini. Tiap hari sendirian, kesepian, gak ada teman ngobrol, bahkan sering dibully ama teman sendiri. 8 jam pelajaran rasanya tuh laa sekali.. pengen cepat-cepat pulang. Tapi ketika masuk kelas 2 saya baru menemukan kebahagiaan. Bayangkan, teman akrab di mts semua berkumpl dalam satu kelas.. tiap hari rasanya senang sekali, selalu ada keseruan yang menghampiri.. sedih senang bersama, bahkan bolos pun bersama.

Tapi ada satu hal yang paling saya ingat, dia adalah wanita itu.. dia adalah… hmm.. gak usah disebut namanya lah, aku malu.. hehe. Yah, aku tahu dia bukan wanita yang anggun, pendiam, ataupun pintar.. tapi kenapa ya aku bisa suka ama dia? Gak tau ya.. memang sih dia cantik.. tapi mungkin benar kata orang kalau cinta itu buta. Seperti sebelum-sebelumnya kalau aku suka sama seseorang selalu aku pendam.. jangankan ngungkapin nya, ngedeketin dia pun aku gak beran.. hehe pantas saja dari dulu sampai sekarang aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran.

Waktu terus berlalu, sampai kita selesai mengerjakan Ujian Nasional yang sanngat melelahkan.. hufft. Ya, waktu dikelas 3 itulah waktu kita semua piknik ke Jawa Barat untuk melepas semua kejenuhan waktu disekolahan, sekalian refreshing juga. Kita tuh naik bis, sepanjang perjalananaku selalu memperhatikan dia.. kebetulan aku dan dia tergabung dalam satu bis yang sama. Meski sudah sangat dekat, tapi lagi-lagi aku masih gak berani untuk mendekati dia.. mungkin karena dia udah punya pacar kali ya… bodohnyaa aku.  Tapi aku sudah sangat senang bisa memberikan perhatian ke dia walaupun hanya lewat sms.. hehe
Waktu sudah sampai di pantai pangandaran, pemandangannya tuh indah sekali, rasanya aku ingin sekali foto ama dia sebagai kenang-kenangan, tapi lagi-lagi masih gak berani. Huufft
Dari situlah saya membelikan kaos sebagai oleh-oleh sekaligus kenang-kenangan dari saya karena mungkin selamanya kita tidak akan ketemu lagi setelah lulus dari sekolah. Yah, walaupun belum bisa dekat dengan dia tapi kalau aku sudah suka apapun akan aku lakukan, segalanya akan aku berikan.
Beberapa minggu berlalu, kita sudah menerima pengumman hasil ujian, dan Alhamdulillah satu kelas lulus semua. Walaupun sudah berpisah, tapi setiap hari aku masih komunikasi dengan dia, walaupun hanya lewat sms.. ataupun media social. Sampai tanggal 16 mei waktu ulang tahun dia, saya berencana ingin memberikan kado ke dia sebaga kenang-kenangan yang terakhir kalinya dan sebagai bukti kalau saya tidak pernah melupakannya. Sebenarnya ingin sekali untuk bertemu dan memberikan kado itu ke dia, tapi karena aku tahu aku orangnya pendiam, dan aku gak tahu kalau ketemu harus ngomong apa. Akhirnya pada malam itu, aku masih ingat malam itu malam jum’at tanggal 15 juni aku memberanikan diri untuk ngasih kejutan ke dia. Walaupun dengan rasa takut jam 12 malam saya memberanikan diri keluar rumah dan menuju rumah dia. Ini adalah kali pertama aku keluar malam menggunakan sepeda motor. Awalnya takut dimarahi orang tua, tapi aku beralasan untuk mengambil tugas yang ada dirumah teman.
Saya kerumahnya hanya untuk memberikan kado itu. Walaupun aku tahu, aku tidak mungkin bisa ketemu dia secara langsung, dan aku tahu jam segitu pasti dia sudah tidur.
Aku bungkus kado itu dengan rapi, kemudian saya memetik mawar merah langsung dari pohonnya. Kemudian kado dan mawar itu saya taruhtepat dipintu rumahnya malam itu. Isi kadonya sih cuman kaos dan jam tangan biasa.. tapi dengan perasaan yang sudah terlanjur dalam, tapi aku tuliskan diatas kertas itu sebuah puisi yang sangat indah menurut saya, dan paling indah dari semua puisi yang pernah aku tulis. Semoga saja waktu dia bangun pagi-pagi dia terkejut dengan apa yang aku lakukan malam itu. Dan aku berharap semoga aja dia suka, dan semoga aja dia bisa mengerti dan memahami apa yang ada dihatiku saat itu.

Aku melakukan semua itu dengan penuh perasaan dan tidak berharap apapun dari dia, 
Karna bagiku....

Cinta gak harus memiliki.
Kita akan merasa senang ketika melihat orang yang kita cinta tersenyum.. ketika melihat orang yang kita cinta bahagia… meskiput rasanya sakit. Tap itu adalah bukti dari suatu cinta yang sejati.
Kita akan memberikan apapun yang dia mau.
Kita akan melakukan segalanya walaupun nyawa taruhannya.
Meskipun pengorbanan dan perjuangan kita tak pernah ada balasanya, tapi setidaknya kita pernah berusaha memberikan suatu hal, satu kata, dan satu makna.. yaitu “ Cinta “

Terima kasih,



Disqus Shortname

Comments system