Minggu, 14 Februari 2016

Diary 4 ( ceritaku setelah lulus sekolah, Tentang Kehidupan )



Assalamualaikum kawan,

Seperti biasa kali ini aku akan menceritakan kehidupank setelah lulus SMA.
Setelah ujian nasional sambil menunggu penggumuman hasil UN aku meluangkan waktu untuk mengikuti Pelatihan kerja milik Pemerintan dikota demak. Aku berada disana selama sekitar 1 bulan, dan aku mengambil jurusan computer. Setelah itu aku sempat bingung mau apa, aku pernah kerja sebagai kuli bangunan, sebagai pedagang asongn juga pernah. Tapi itu hanya bersifat sementara, sebenarnya aku sih pingin nglanjutin kulyah, tapi karna keadaan orang tua yang tidak mampu menyekolahkan aku lagi, akhirnya aku mengurungkan niat ku itu.

Setelah aku fikir-fikir dengan matang, dan aku pertimbangkan, akhirnya aku memutuskan untuk ikut pergi merantau ke pulau Sumatra. Tujuannya sih sederhana ya, tidak lain tidak bukan pasti mencari uang. Tapi yang terpenting bukanlah itu, tujuan utama saya kesana adalah untuk mencari pengalaman, mencari ilmu tentang kehidupan dan juga ingin mencari jati diri, karena bosasn hidup dilingkungan yang tidak aku suka.

Pertama naik bis saja aku sudah agak ragu, aku bertemu teman-teman lama waktu masih SD, tapi mereka bukanlah teman-teman yang baik, semoga ssaja cuman pandangan ku sih. Ada seitar 20 orang dari desaku, mulai dari yang masih muda, sampai yangsudah berkepala tiga ikut didalam bis itu. Dan itu adalah kali pertama aku naik kapal.. hehe. Maklum dari kecil sampai sekarang belum pernah menyentuh yang namanya kapal, apalagi pesawat. Sesampainya disana diterminal ALS (Antar Lintas Sumatra ) kota Medan jln.sisnga mangaraja (marendal) hehe.. aku masih ingat tempatnya, dan dari situlah aku mulai mengenal kota medan. Kota terbesar ke-4 di Indonesia setelah bandung dan Surabaya. Kota yang katanya juga termasuk Metropolitan. Kupikir sih medan seperti Jakarta ya, ada gedungnys ysng tinggi-tinggi, tapi ternyata tidak.

Disana disana aku belajar bekerja sebagai Pedagang, dagang makanan, tepatnya Harumanis & Pop Corn. Awalnya sih gak  bisa ngikat tali bungkus arumanis, sampai-sampai tnganku sakit. Tapi setelah belajar sekitar seminggu lama kelamaan akupun bisa. Aku berkeliling bersama temanku di seputaran Medan dan Aceh. Mulai dari Louk sukon, Sigli, Takengon, Loukseumawe, Rantau Prapat, Louksukon lagi, Padang Sidempuan, Sipirok, Blang Pidie, Trumon, Batu Bara, Kuta Chane, Siantar, Stabat, dan yang terakhir di dekat Bandara Polonia Medan, waktu acara Imlek. Wow.. banyak banget ya kota-kota yang sudah aku kelilingi. mulai dari louksukon, aku mengenal kecamatan yang namanya “ Syamtalira Aron “ awalnya mendengarnya sih lucu ya.. hehe. Tapi dari situ aku mulai mengenal Aceh. Provinsi yang mayoritas penduduknya beragama islam. Provinsi yang mempunyai julukan Serambi Mekah. Masyarakatnya yang katanya membenci orang-orang jawa, tapi yang aku lihat disana warganya ramah-ramah kok.. apalagi perempuannya, cantik-cantik sekali, semuanya berhijab.
Kemudian di Takengon, aku mengenal kota yang dijuluki kota dingin. Disana itu udaranya dingin sekali, walaupun tidak ada AC nya.. tidurpun aku gak bisa, karena begitu dinginnya. Apalagi waktu hujan..brrr, airnya itu lho.. uda seperti air es. Kemudian di Rantau prapat, ketika aku jauh dari teman, dari sahabat, ketika prasaanku tersakiti setiap hari, ketika aku mulai rindu akan sosok keluarga.. disituah aku mulai menemukan arti dari sebuah kehidupan.

Disana aku terlatih untuk menjadi orang yang sabar, walaupun setiap hari dimarahi. Disana seolah-olah aku sendiri gak ada yang menemani, jauh dari teman sejati.. walaupun banyak teman, tapi gak ada satupun yang sehati. Disana aku mengerti arti ketergantungan, pengorbanan, dan perjuangan. Aku merindukan sosok seorang sahabat yang pergi entah kemana.. aku sendirian.

Kemudian dimedan, waktu Hari Raya umat cina atau Imlek. Wussh… suasananya itu lho.. sudah seperti diluar negri, walaupun belum pernah ke luar negri sih.. hehe. Tapi bayangin aja, orang-orangnya itu bening-bening, putih-putih, serta berpakaian bikini.. maklum lah orang cina. 
Tapi ada yang sedikit membuat aku sedih disana, ketika melihat orang-orang cina yang notabene bukan penduduk asli Indonesia bisa menguasai industry dan banyak yang menjadi bos perusahaan besar di Indonesia. Entah kenapa.. apa orang Indonesia terlalu bodoh ya?? Tapi entahlah.. Aku berjanji suatu saat ingin mengubah keadaan itu…!!!

Sudah dulu ya ceritanya tentang kehidupan disumatra.. sebenarnya masih banyak sih yang ingin diceritakan. Tapi lain kali aja ya… hehe.
Bye.. sampai jumpa lagi.

Disqus Shortname

Comments system