Assalamualaikum kawan,
Seperti biasa kali ini aku akan
menceritakan kehidupank setelah lulus SMA.
Setelah ujian nasional sambil
menunggu penggumuman hasil UN aku meluangkan waktu untuk mengikuti Pelatihan
kerja milik Pemerintan dikota demak. Aku berada disana selama sekitar 1 bulan,
dan aku mengambil jurusan computer. Setelah itu aku sempat bingung mau apa, aku
pernah kerja sebagai kuli bangunan, sebagai pedagang asongn juga pernah. Tapi
itu hanya bersifat sementara, sebenarnya aku sih pingin nglanjutin kulyah, tapi
karna keadaan orang tua yang tidak mampu menyekolahkan aku lagi, akhirnya aku
mengurungkan niat ku itu.
Setelah aku fikir-fikir dengan
matang, dan aku pertimbangkan, akhirnya aku memutuskan untuk ikut pergi
merantau ke pulau Sumatra. Tujuannya sih sederhana ya, tidak lain tidak bukan
pasti mencari uang. Tapi yang terpenting bukanlah itu, tujuan utama saya kesana
adalah untuk mencari pengalaman, mencari ilmu tentang kehidupan dan juga ingin
mencari jati diri, karena bosasn hidup dilingkungan yang tidak aku suka.
Pertama naik bis saja aku sudah
agak ragu, aku bertemu teman-teman lama waktu masih SD, tapi mereka bukanlah
teman-teman yang baik, semoga ssaja cuman pandangan ku sih. Ada seitar 20 orang
dari desaku, mulai dari yang masih muda, sampai yangsudah berkepala tiga ikut
didalam bis itu. Dan itu adalah kali pertama aku naik kapal.. hehe. Maklum dari
kecil sampai sekarang belum pernah menyentuh yang namanya kapal, apalagi
pesawat. Sesampainya disana diterminal ALS (Antar Lintas Sumatra ) kota Medan
jln.sisnga mangaraja (marendal) hehe.. aku masih ingat tempatnya, dan dari
situlah aku mulai mengenal kota medan. Kota terbesar ke-4 di Indonesia setelah
bandung dan Surabaya. Kota yang katanya juga termasuk Metropolitan. Kupikir sih
medan seperti Jakarta ya, ada gedungnys ysng tinggi-tinggi, tapi ternyata
tidak.
Disana disana aku belajar bekerja
sebagai Pedagang, dagang makanan, tepatnya Harumanis & Pop Corn. Awalnya
sih gak bisa ngikat tali bungkus
arumanis, sampai-sampai tnganku sakit. Tapi setelah belajar sekitar seminggu
lama kelamaan akupun bisa. Aku berkeliling bersama temanku di seputaran Medan
dan Aceh. Mulai dari Louk sukon, Sigli, Takengon, Loukseumawe, Rantau Prapat,
Louksukon lagi, Padang Sidempuan, Sipirok, Blang Pidie, Trumon, Batu Bara, Kuta
Chane, Siantar, Stabat, dan yang terakhir di dekat Bandara Polonia Medan, waktu
acara Imlek. Wow.. banyak banget ya kota-kota yang sudah aku kelilingi. mulai
dari louksukon, aku mengenal kecamatan yang namanya “ Syamtalira Aron “ awalnya
mendengarnya sih lucu ya.. hehe. Tapi dari situ aku mulai mengenal Aceh.
Provinsi yang mayoritas penduduknya beragama islam. Provinsi yang mempunyai
julukan Serambi Mekah. Masyarakatnya yang katanya membenci orang-orang jawa,
tapi yang aku lihat disana warganya ramah-ramah kok.. apalagi perempuannya,
cantik-cantik sekali, semuanya berhijab.
Kemudian di Takengon, aku
mengenal kota yang dijuluki kota dingin. Disana itu udaranya dingin sekali,
walaupun tidak ada AC nya.. tidurpun aku gak bisa, karena begitu dinginnya. Apalagi
waktu hujan..brrr, airnya itu lho.. uda seperti air es. Kemudian di Rantau
prapat, ketika aku jauh dari teman, dari sahabat, ketika prasaanku tersakiti
setiap hari, ketika aku mulai rindu akan sosok keluarga.. disituah aku mulai
menemukan arti dari sebuah kehidupan.
Disana aku terlatih untuk menjadi
orang yang sabar, walaupun setiap hari dimarahi. Disana seolah-olah aku sendiri
gak ada yang menemani, jauh dari teman sejati.. walaupun banyak teman, tapi gak
ada satupun yang sehati. Disana aku mengerti arti ketergantungan, pengorbanan,
dan perjuangan. Aku merindukan sosok seorang sahabat yang pergi entah kemana..
aku sendirian.
Kemudian dimedan, waktu Hari Raya
umat cina atau Imlek. Wussh… suasananya itu lho.. sudah seperti diluar negri,
walaupun belum pernah ke luar negri sih.. hehe. Tapi bayangin aja, orang-orangnya
itu bening-bening, putih-putih, serta berpakaian bikini.. maklum lah orang
cina.
Tapi ada yang sedikit membuat aku
sedih disana, ketika melihat orang-orang cina yang notabene bukan penduduk asli
Indonesia bisa menguasai industry dan banyak yang menjadi bos perusahaan besar
di Indonesia. Entah kenapa.. apa orang Indonesia terlalu bodoh ya?? Tapi entahlah..
Aku berjanji suatu saat ingin mengubah keadaan itu…!!!
Sudah dulu ya ceritanya tentang
kehidupan disumatra.. sebenarnya masih banyak sih yang ingin diceritakan. Tapi lain
kali aja ya… hehe.
Bye.. sampai jumpa lagi.