Minggu, 19 November 2017

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Aku rindu saat-saat yang dulu.. saat kita tertawa lepas, bebas, tanpa ada masalah yang keras..
Aku rindu saat kita saling perhatian.. saling pengertian.. saling mengingatkan.. saling berbagi kasih sayang...
Aku rindu saat kita bicara.. tentang apa saja.. entah mengapa topik pembicaraan selalu saja ada.. walau terkadang hanya membahas hal-hal yang tak ada gunanya...
Aku rindu ketika kau tiap hari membangunkanku.. walau hanya lewat pesan watsapp saja..
Aku rindu ketika semuanya terasa indah.. walau terkadang hanya ketawa-ketawa via emoticon saja..

Namun semuanya kini telah berubah..
Kau tak seperti dulu lagi..
Kau diam tanpa aku mengerti..
Kau menjauh tanpa aku ketahui...

Aku rindu itu semua..
Aku rindu...

Aku rindu kamu yang dulu...

Senin, 30 Oktober 2017

tentang hati malam ini

Entah kenapa gerimis datang setelah semuanya terselesaikan...

Malam ini ku ungkapkan semua yang ada di isi hati..
Perasaan yang buatku kurang tenang selama ini..
Kepastian yang kau pintakan kini tak lagi jadi batu sandungan...

Namun dengan segenggam bunga dan sebuah lukisan, aku mulai memberanikan..
Yaps memberanikan diri melangkahkan kaki menuju rumahmu yang tak asing lagi..
Benar.. malam ini adalah malam yang mungkin tak akan pernah aku lupakan..
Aku datang dan kau tampil cantik walau tanpa dandan

Aku ungkapkan semua prasaan walau tanpa perkataan..
Kau aku tahu kau menangis walau tanpa mengeluarkan air mata..
Dengan pelukan mesra yang kau berikan moga aja tangisan itu bukan tangis kesedihan..
Melainkan adalah tangisan kebahagiaan...

aku senang bisa memilikimu dalam waktu yang kurasa baik ini..
aku senang kau ada bersamaku ketika aku butuh orang untuk disampingku..
aku senang bertemu denganmu..

semoga malam yang gelap ini menjadi saksi..
semoga saja cahaya lampu yang masih menyala ikut mengaimini...
Semoga saja cinta kita akan abadi...

Semoga saja 

Selasa, 13 Juni 2017

Puisi ucapan ku untuk mu

Gelap warna menyelimuti malam
Pohon terhening bergaul dengan sunyi
Burung-burung terlelap dan sesekali ada yang bunyi
Cuit.. cuit.. cuit.. cuit... entahlah apa maknanya, hanya mereka yang dapat mengerti

Malam sembilan belas bulan tak terlihat jelas
Angin pun berhembus tak begitu keras
Namun ditengah sunyi kuteringat kata “malas

Sementara itu terbitnya fajar mengantarkan kepada hangatnya sang surya
Mentari tiba walau tak ada yang memaksa
Sinarnya hangat menusuk ke sukma
Berpaur lembut dengan cahaya
Cahaya yang terang benderang membawa keyakinan
Keyakinan akan sang tuhan

Cahaya seperti itulah yang kuharapkan
Cahaya mentari yang akan membawa kenyamanan
Cahaya yang akan mengubah gelap menjadi terang
Karna cahaya ituah yang akan mengubah masa depan

Andaikan wajahmu itu mampu jadi cahaya
Sementara matamu menjadi rembulan yang berbinar-binar
Pastilah sinar sang surya akan cemburu melihatmu...



Disqus Shortname

Comments system