Gelap warna menyelimuti malam
Pohon terhening bergaul dengan sunyi
Burung-burung terlelap dan sesekali ada yang bunyi
Cuit.. cuit.. cuit.. cuit... entahlah apa maknanya, hanya
mereka yang dapat mengerti
Malam sembilan belas bulan tak terlihat jelas
Angin pun berhembus tak begitu keras
Namun ditengah sunyi kuteringat kata “malas”
Sementara itu terbitnya fajar mengantarkan kepada hangatnya
sang surya
Mentari tiba walau tak ada yang memaksa
Sinarnya hangat menusuk ke sukma
Berpaur lembut dengan cahaya
Cahaya yang terang benderang membawa keyakinan
Keyakinan akan sang tuhan
Cahaya seperti itulah yang kuharapkan
Cahaya mentari yang akan membawa kenyamanan
Cahaya yang akan mengubah gelap menjadi terang
Karna cahaya ituah yang akan mengubah masa depan
Andaikan wajahmu itu mampu jadi cahaya
Sementara matamu menjadi rembulan yang berbinar-binar
Pastilah sinar sang surya akan cemburu melihatmu...