Sabtu, 25 Juni 2016

harapan yang tlah pupus

Dulu memang besar harapanku padamu.. aku sempat menguji ketulusanmu...
pernah ada kedekatan antara kita sampai tingkat sangat dekat..
tapi sekarang setelah kita semakin menjauh aku sadari...
antara aku dan kamu jauh berbeda...

kau bagaikan embun pagi yang masih suci...
sementara aku seperti tanah hitam yang terinjak-injak oleh orang banyak..
kau sangat mencintai agama..
sementara aku sangat minim agamanya...
hiburanmu adalah mendengarkan ceramah.. pengajian...
sementara aku bosan mendengarkan ceramah..
ketika ada pengajian didekat rumahku..
akupun lebih memilih berjoget dan menonton konser yang jaraknya sangat jauh...
tontonanmu video-video yang berunsur islami..
sementara aku sangat mudah diajak teman nonton video porno..
musikmu adalah syiar keagamaan..
sementara musikku hanyalah tentang kehidupan anak-anak slengek'an..
hidupmu indah bersama keluargamu..
sementara aku tak pernah mendapat kebahagiaan.. hingga lebih suka hidup dijalan..
makanan dan minumanmu adalah semua yang baik untuk kesehatan..
sementara aku mudah tergoda oleh minuman keras yang aku tahu telah merusak tubuhku..
kau lebih suka bersama keluarga dan dimanja-manja..
sementara aku ingin hidup mandiri menjadi diri sendiri...
teman-temanmu adalah semua yang mengerti tentang agama..
sementara teman-temanku adalah orang-orang yang hidup didunia hitam..
organisasimu adalah pengabdian kepada masyarakat, agama, dan negara..
sementara organisasiku adalah kegilaan kepada klub sepakbola, kepada suatu band yang tak jelas menurut mereka.. bahkan aku rela tidak makan 3 hari.. berjalan berkilo" meter jauhnya hanya untuk hal yang dianggap gila itu...
kau tak suka kepanasan.. aku tak suka kedinginan..
kau suka siang.. aku lebih suka malam..
kau adalah wanita sholehah..
aku tak pernah melihat kau membuka jilbabmu..
sementara aku hanyalah laki-laki biasa.. yang terhina..
yang jauh dari kata sempurna.. yang banyak dosa.. mudah tergoda oleh wanita..
meski sekalipun aku tak pernah menyentuhnya....

walau aku tahu aku juga mempunyai warna putih yang pernah bersinar...
tapi aku lebih banyak hitam yang tak pernah kelihatan...
aku bagaikan debu kotor yang tersingkir dan tak bisa dibuat tayamum..
sementara kamu bagaikan air suci yang dicari-cari orang untuk berwudhu...
seandainya air itu gak ada.. orang-orangpun tak pernah melirikku...

mungkin aku dan kamu takkan pernah bisa bersama..
tapi walau bagaimanapun aku masih percaya ada tuhan diantara kita...
seandainya tuhan bicara dan menyatukan kita diantara beda..
pastilah itu akan nyata...

aku ingin tahu.. apa sih surga menurutmu??
jika surga itu adalah kebahagiaan yang abadi...
akupun ingin masuk kesurga itu...

Disqus Shortname

Comments system