Selasa, 13 Juni 2017

Puisi ucapan ku untuk mu

Gelap warna menyelimuti malam
Pohon terhening bergaul dengan sunyi
Burung-burung terlelap dan sesekali ada yang bunyi
Cuit.. cuit.. cuit.. cuit... entahlah apa maknanya, hanya mereka yang dapat mengerti

Malam sembilan belas bulan tak terlihat jelas
Angin pun berhembus tak begitu keras
Namun ditengah sunyi kuteringat kata “malas

Sementara itu terbitnya fajar mengantarkan kepada hangatnya sang surya
Mentari tiba walau tak ada yang memaksa
Sinarnya hangat menusuk ke sukma
Berpaur lembut dengan cahaya
Cahaya yang terang benderang membawa keyakinan
Keyakinan akan sang tuhan

Cahaya seperti itulah yang kuharapkan
Cahaya mentari yang akan membawa kenyamanan
Cahaya yang akan mengubah gelap menjadi terang
Karna cahaya ituah yang akan mengubah masa depan

Andaikan wajahmu itu mampu jadi cahaya
Sementara matamu menjadi rembulan yang berbinar-binar
Pastilah sinar sang surya akan cemburu melihatmu...



Disqus Shortname

Comments system