Kamis, 07 Desember 2017

kata terakhirku

Maafkan aku jika selama ini belum bisa menjadi seperti yg kmu mau... maafkan aku jika selama ini tak bisa menjadi kakak yg mampu menjagamu.. maafkan aku jika tak mampu menjadi adik yg menemani dlam keseruanmu.. maafkan aku yg tak bisa menjadi ibu yg melindungi mu.. dan maafkan aku yg selama ini tak mampu menjadi sperti bapak yg slalu membimbingmu...

Jodoh adalah cerminan diri sendiri.. mungkin aku belum cukup baik untuk bercermin dgn kebaikanmu.. mungkin aku belum cukup baik untuk menemani mu...

Teruslah jaga sholat dan ngaji mu.. Teruslah mencari ilmu... bukan untuk siapa2.. tapi untuk dirimu sendiri dan anak2mu kelak.. karna pendidikan pertama dari seorang anak adalah ibu.. seberapa berhasil anak itu tergantung bagaimana cara mendidik ibu...

Mungkin cuman itu pesan terakhir ku..
Maafkan aku karena mungkin memang semua laguku tak mampu mengetuk hatimu...
Kamu adalah orang baik.. semoga kamu akan dipertemukan dengan orang yg lebih baik dari aku.. yang mampu tulus dan terus  menyayangimu...

Maafkan aku yang tak mampu... 
Aku akan tetap menyayangi mu walau mungkin kita tak akan bersatu...
Jangan ragu untuk memanggil ku.. karna aku janji akan slalu membantumu jika kamu butuh aku...

Hanya satu Mohon ku.. jangan pernah kau membenciku

Jumat, 01 Desember 2017

Mendaki Bukan Sekadar Tentang Puncak

Sering sekali orang mendengar istilah kata mendaki, pasti mainseat orang tertuju pada puncak. Padahal kalo dilihat lebih dalam, mendaki itu ya memang bukan hanya sekadar tentang puncak. Kalian pasti merasakannya bukan?

Sebenarnya ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pendakian. Misalnya saja pertemanan, persahabatan, perjuangan,  pengorbanan, cinta, tekad, mimpi,  keyakinan, keikhlasan, keberanian, kepercayaan, keindahan,  kesederhanaan, kerendahan, kerja sama tim, solidaritas, saling menjaga, menghargai alam, menghargai sesama, dan masih banyak lagi sebenarnya.

Dalam pendakian kita berfikir tujuan kita pasti sampai ke puncak. Padahal tujuan yang sebenarnya adalah bagaimana kita bisa selamat sampai dirumah dan bertemu keluarga tercinta. Keinginan untuk sampai puncak bagi para pendaki memanglah sangat wajar. Karena yang difikirkan dari awal adalah sampai dipuncak dan merayakan kemenangan. Tekad itulah yang justru sering menjadi blunder bagi seorang pendaki itu sendiri. Dalam pendakian memang tidak dituntut harus naik banyak orang, tetapi sangat jarang kita mampu untuk naik sendirian, pasti kita membutuhkan tim untuk berjalan. Ya benar memang berjalan sendiri bisa membuat kita jadi cepat, tapi berjalan bersama teman kita bisa lebih jauh.

Tentang perjalanan bersama tim, yang paling sulit adalah menyatukan ego dan fikiran menjadi satu tujuan. Hal yang penting ini memang  terlihat mudah tetapi akan jadi sangat sulit bila kita ada dilapangan. Seringkali dalam tim akan ada beberapa anggota yang pemikirannya berbeda atau berlawanan, dan ini akan membuat kocar kacir semua rencana yang sudah tersusun rapi jauh-jauh hari. Disinilah pemimpin dibutuhkan dalam pendakian. Dan inilah tugas yang sebenarnya dari seorang pemimpin. Namun bukan hanya pemimpin yang bekerja keras, namun setiap anggota juga seharusnya mampu mendukung dengan tidak memaksakan ego masing-masing, dan berusaha sebisa mungkin untuk saling percaya kepada teman.

Kepercayaan adalah kunci untuk kita menjalin suatu hubungan. Baik itu hubungan keluarga, hubungan bersama kekasih, atau hubungan kepada sesama. Dalam konteks ini kita bicara hubungan antar anggota dalam suatu tim. Dalam suatu organisasi terkadang kita merasa kita adalah yang paling bisa, padahal pikiran itu adalah benalu yang merusak pelan-pelan pertumbuhan tim kita. Dalam suatu organisasi kita pasti akan saling membutuhkan, seperti layaknya tubuh kita, kalau misalkan tangan kita terluka pasti mata ikut menangis. Dan jika mata menangis pasti tangan akan membantu mengusapnya. Hubungan timbal balik seperti inilah yang harusnya dikembangkan dalam suatu tim. Bukan malah memaksakan ego masing-masing.

Bicara tentang ego, pasti mengarah ke pemikiran. Dalam konteks pendakian kita sering berfikir bahwa kita adalah yang paling tinggi, kita adalah yang paling bisa. Itu adalah pola pikir yang jelas salah kaprah. Kita ada ditempat yang paling tinggi bukanlah untuk pamer, bukan kita untuk  merasa bisa, bukan untuk kita merasa mampu, bukan pula untuk kita merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Sering kali ketika kita berada ditempat tertinggi kita melihat kebawah, dan kita menganggap semuanya itu kecil dan tak terlihat. Kita merasa orang lain itu rendah dan kita adalah yang paling tinggi. Tanpa kita sadari orang-orang pun melihat kita kecil sebenarnya, dan tak terlihat meski ditempat tertinggi yang harusnya terlihat oleh semua bola mata yang ada. Dari pendakian inilah kita juga diajarkan untuk merendah.
Untuk menjadi tinggi tanpa merendahkan.
Untuk menjadi besar tanpa mengecilkan.
Untuk menjadi kuat tanpa melemahkan.
Untuk jadi yang terdepan tanpa harus menyingkirkan.
Untuk jadi pahlawan tanpa harus melawan.
Dan untuk jadi yang terbaik tanpa harus memburuk-buruk kan.

Ingat!
Kita boleh dipandang hina, tapi jangan sekalipun menghina orang lain.
Kita boleh dianggap rendah, tapi sekalipun jangan pernah merendahkan orang lain.
Kita boleh merasa kecil, tapi sekalipun jangan pernah mengecilkan orang lain.

Merendahlah sampai tak seorang pun mampu merendahkan mu...

Jumat, 24 November 2017

Untuk Perempuanku

Terlalu dini untuk memungkiri, walau terkadang janji tak sesuai dengan isi hati...

Selamat malam perempuanku,
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu..
Ketika jari jemariku sudah kembali bergerak untuk menyusun kata demi kata pada tempat ini.. itu tandanya ada yang gak beres sedang aku alami..

Untuk perempuanku..
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu..
Tentang rasa yang mulai ragu..
Tentang hati yang tak sanggup lagi untuk mengerti...
Tentang semua mimpi yang pelan-pelan mulai tak asyik lagi...

Untuk perempuanku..
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu..
Apakah kamu juga benar mencintaiku?
Ketika aku sudah memberikan seluruh isi hatiku padamu..
Kau malah berubah dan tak seperti dulu..
Dulu.. ketika dalam keadaan apapun kau selalu ada dalam hari-hariku..
Namun sekarang hanya tersisa kenangan..

Untuk perempuanku..
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu..
Tentang diri ini.. hati ini.. prasaan ini..
Aku terpukul seketika melihat tulisan kecil malam itu..
Kau bilang ingin sendiri dulu,, dan ternyata memang benar kau tak pernah menganggapku...

Untuk perempuanku..
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu..
Tentang hubungan ini..
Apakah sudah tak ada upaya lagi untuk memperbaiki?
Atau memang benar kau sudah tak lagi mencintaiku?
Dari caramu yang mulai menjauh dariku..
Ah aku mulai ragu dengan rasamu padaku..
Atau memang aku yang terlalu berharap padamu...
Maaf bila aku terlalu dalam mencintaimu...

Untuk perempuanku..
masih ada banyak dan banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu...

semoga kau tahu.

Minggu, 19 November 2017

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Aku rindu saat-saat yang dulu.. saat kita tertawa lepas, bebas, tanpa ada masalah yang keras..
Aku rindu saat kita saling perhatian.. saling pengertian.. saling mengingatkan.. saling berbagi kasih sayang...
Aku rindu saat kita bicara.. tentang apa saja.. entah mengapa topik pembicaraan selalu saja ada.. walau terkadang hanya membahas hal-hal yang tak ada gunanya...
Aku rindu ketika kau tiap hari membangunkanku.. walau hanya lewat pesan watsapp saja..
Aku rindu ketika semuanya terasa indah.. walau terkadang hanya ketawa-ketawa via emoticon saja..

Namun semuanya kini telah berubah..
Kau tak seperti dulu lagi..
Kau diam tanpa aku mengerti..
Kau menjauh tanpa aku ketahui...

Aku rindu itu semua..
Aku rindu...

Aku rindu kamu yang dulu...

Senin, 30 Oktober 2017

tentang hati malam ini

Entah kenapa gerimis datang setelah semuanya terselesaikan...

Malam ini ku ungkapkan semua yang ada di isi hati..
Perasaan yang buatku kurang tenang selama ini..
Kepastian yang kau pintakan kini tak lagi jadi batu sandungan...

Namun dengan segenggam bunga dan sebuah lukisan, aku mulai memberanikan..
Yaps memberanikan diri melangkahkan kaki menuju rumahmu yang tak asing lagi..
Benar.. malam ini adalah malam yang mungkin tak akan pernah aku lupakan..
Aku datang dan kau tampil cantik walau tanpa dandan

Aku ungkapkan semua prasaan walau tanpa perkataan..
Kau aku tahu kau menangis walau tanpa mengeluarkan air mata..
Dengan pelukan mesra yang kau berikan moga aja tangisan itu bukan tangis kesedihan..
Melainkan adalah tangisan kebahagiaan...

aku senang bisa memilikimu dalam waktu yang kurasa baik ini..
aku senang kau ada bersamaku ketika aku butuh orang untuk disampingku..
aku senang bertemu denganmu..

semoga malam yang gelap ini menjadi saksi..
semoga saja cahaya lampu yang masih menyala ikut mengaimini...
Semoga saja cinta kita akan abadi...

Semoga saja 

Selasa, 13 Juni 2017

Puisi ucapan ku untuk mu

Gelap warna menyelimuti malam
Pohon terhening bergaul dengan sunyi
Burung-burung terlelap dan sesekali ada yang bunyi
Cuit.. cuit.. cuit.. cuit... entahlah apa maknanya, hanya mereka yang dapat mengerti

Malam sembilan belas bulan tak terlihat jelas
Angin pun berhembus tak begitu keras
Namun ditengah sunyi kuteringat kata “malas

Sementara itu terbitnya fajar mengantarkan kepada hangatnya sang surya
Mentari tiba walau tak ada yang memaksa
Sinarnya hangat menusuk ke sukma
Berpaur lembut dengan cahaya
Cahaya yang terang benderang membawa keyakinan
Keyakinan akan sang tuhan

Cahaya seperti itulah yang kuharapkan
Cahaya mentari yang akan membawa kenyamanan
Cahaya yang akan mengubah gelap menjadi terang
Karna cahaya ituah yang akan mengubah masa depan

Andaikan wajahmu itu mampu jadi cahaya
Sementara matamu menjadi rembulan yang berbinar-binar
Pastilah sinar sang surya akan cemburu melihatmu...



Kamis, 25 Mei 2017

mata yang suci

tak dapat kutulis kata yang bermakna ataupun mengandung unsur sastra
hanya bercerita tentang mata yang tak henti menghamba
kepada ia yang memiliki segalanya
bukan karna sok suci ataupun sok ilahi
tapi beginilah cara ku mengabdi
caraku bertasbih melalui mata
mata yang tak pernah berdusta
selalu berkata suci
walau rintihan kejam menyelimuti

Kamis, 12 Januari 2017

perjalan ku ke Indomaret

23 desember 2016 aku coba ikut interview lowongan kerja Indomaret di Golantepus, Kudus dan alhamdulillah diterima.
26 desember hari pertama training di TC selama 10 hari di daerah Mangkang, Semarang.
30 desember aku sakit, dan karena itulah aku di pending sampai tanggal 6 januari 2017.
10 januari alhamdulillah lolos dari TC setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan.

11 januari tanda tangan kontrak dan 12 januari ditempatkan di Dema kota dan mulai bekerja.

Disqus Shortname

Comments system